Wednesday, June 12, 2013

Menunggu subuh

Sudah jadi kebiasaan bagi ibuku,
Menghubungiku pukul 3 pagi
Menanyakan apa yang aku kerjakan di malam sebelumnya
Sembari membangunkanku untuk sholat malam

"Nak, bangun nak ayo sholat malam,
Ayah sama ibu juga lagi sholat sekarang "

Terkadang setelah percakapan itu, aku langsung beranjak mengambil air wudhu,
Tidak jarang pula, aku malah kembali terlelap hingga surya pun muncul dari ufuk timur, dan melewatkan kesempatan itu
Aku akui, memang sangat susah mengalahkan nafsu di sepertiga malam terakhir.

Namun, akhir-akhir ini aku mulai menyukai seninya sholat malam
Ketenangan malam, kesunyian malam membentuk cerita romansa indah antara kita dengan tuhan,
Yang membuat sujud terakhirku menjadi lebih lama,
Dibanding sujudku di sholat-sholat ku yang lain

Seperti aku sekarang,
Terbangun di sepertiga malam terakhir
Menciptakan suasana paling romantis antara kita dengan tuhan
Merenung memikirkan apa yang telah kita lakukan,
Sembari mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab di semesta ini,
Ditemani lantunan prosa terindah di semesta, yaitu Al Quran, dari surau terdekat

Terima kasih tuhan,
Telah menciptakan suasana ketenangan paling romantis religius dengan diriku.

Monday, June 10, 2013

My wish

I wish that you were here,
Or i were there,
Or we were together anywhere

Gugurnya seorang pejuang bangsa

Tepat hari ini 10 juni 2013 seseorang yang gw anggap sebagai kakek berpulang, dia adalah adik kandung kakekku.
Semenjak kakek wafat di tahun 1998, ia lah sosok pengganti kakek yang selalu ada buat gw semenjak kecil.

Gw masih ingat bagaimana dia cerita tentang perjuangannya melawan penjajah dulu, masih lekat di ingatan gw bagaimana dia bercerita dengan bangganya ketika ia bersama kakek dan tentara lainnya berjuang mengusir penjajah di jembatan merah surabaya tanggal 10 november 1945.
Gw masih ingat ketika dia mendongengkan gw dengan menirukan suara bung tomo ketika menyemangati para tentara, mungkin karena dari kecil gw selalu diceritain hal begini, sampe sekarang gw paling suka namanya sejarah dan politik.
Gw masih ingat bagaimana kita membicarakan nasib negeri ini dan mulai pudarnya pancasila di benak orang2 indonesia.
Gw masih ingat bagaimana dia menyemangati gw ketika gw mau mendaftarkan diri di akademi kepolisian 2 tahun lalu, maklum di keluarga gw gak ada yg melanjutkan ke militer seperti dia dan kakek.
Gw masih ingat ketika dia selalu membela gw ketika gw dimarahin ayah gw hmmmm.
Gw masih ingat ketika ketika kita sering menanam tanaman bersama di pekarangan rumah, semenjak dari itu sekarang pun hobi gw masih sama nanem taneman, apapun itu.

Ahhhh, momen2 itu sudah berlalu, yg sekarang tersisa hanya kepingan2 ingatan yang merajut memory indah dari masa lampau.
Selamat jalan kakek, seorang nasionalis dan pancasilais sejati, mungkin memang sudah waktunya dirimu menghadapNya.
Akan selaluku ingat semua nasihat2 dan semangat perjuanganmu. Aku berjanji, semangatmu yg sudah ada di dalam diriku akan ku lanjutkan. Selamat jalan kek, doa kami menyertaimu.

Moment and memory

Sometimes you will never know the true value of a moment until it becomes a memory

Thursday, June 6, 2013

Bunga abadi

One flower, means a lot

Rindu


Aku menunggu. Kamu menunggu.
Meski terkadang menunggu tak se-inci pun menyeret kita untuk bertemu di titik rindu.
Tapi ah, adakah yang lebih indah dan syahdu dari dua jiwa yang saling menunggu ?
Yang tak saling menyapa, tapi diam - diam mengucap nama dalam doa

Jatuh -109, Azhar Nurun Ala

Life

Ketika nalar dikalahkan oleh perasaan
Ketika hati mengambil alih peran otak
Ketika sekeliling kita hanya menjadi figura didalam sebuah drama
Ketika jalannya kehidupan hanya menjadi sekenario dalam sandiwara
Dinamika retorika hidup yang terus berjalan, dan akan terus begini sampai saat waktunya tiba